Iklan Bawah Artikel

Berikut Pengertian piutang, klasifikasi, dan prosedur pencatatan piutang dagang paling lengkap dan termudah 2019

Berikut Pengertian piutang, klasifikasi, dan prosedur pencatatan piutang dagang paling lengkap dan termudah 2019
Pengertian piutang, klasifikasi, dan prosedur pencatatan piutang dagang

Pengertian piutang, klasifikasi, dan prosedur pencatatan piutang dagang - Pada umumnya piutang dagang muncul akibat dari penjualan barang dan jasa secara kredit. Apa itu penjualan secara kredit? Penjualan secara kredit adalah penjualan yang mempunyai kesenjangan waktu antara penyerahan barang dan penerimaan, dimana penyerahan barang dan jasa lebih dahulu ketimbang penerimaan kas. Dalam penjualan kredit biasanya pihak penjual mencantumkan syarat penjualan didalam nota faktur. Syarat penjualan ini misalnya:

  • n/30 artinya pembeli harus membayar hutangnya dalam jangka waktu 30 hari.
  • EOM (End of Month) artinya pembeli harus membyara utang  pada akhir bulan.
  • 2/10, n/30 artinya pembeli akan mendapat potongan harga sebesar 2% apabila pembeli melunasi dalam waktu 10 hari dari tanggal faktur dengan jangka waktu kredit selama 30 hari.

Pengertian Piutang

Piutang merupakan tagihan perusahaan terhadap pihak ketiga yang timbul karena adanya suatu transaksi penyerahan barang atau jasa yang dilakukan saat ini. Piutang usaha dapat terjadi karena berbagai macam transaksi antara lain:


  1. Penjualan barang atau penyerahan jasa.
  2. Pinjaman dana yang diberikan kepada pihak lain.
  3. Pendapatan bunga yang berasal dari investasi.
  4. Pesanan yang diterima atas saham dan obligasi yang akan diterbitkan.
  5. Tagihan kepada perusahaan asuransi atas kerugian pertanggungan.
  6. Kelebihan pembayaran pajak dan lain sebagainya.


Klasifikasi Piutang


Pada dasarnya piutang dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu:

Piutang Usaha


Piutang usaha adalah tagihan perusahaan kepada pelanggan sebagai akibat adanya penjualan barang atau jasa secara kredit. Piutang ini biasanya didasarkan atas kepercayaan dan umumnya berjangka waktu kurang dari satu tahun sehingga dilaporkan sebagai aset lancar.

Apabila piutang tersebut berjatuh tempo lebih dari satu tahun, maka diklasifikasikan sebagai piutang jangka panjang.


Piutang Wesel


Piutang wesel adalah piutang berupa perjanjian tertulis dari debitur kepada kreditur untuk membayar sejumlah uang yang tercantum dalam surat perjanjian tersebut pada waktu tertentu di masa yang akan datang.

Bagi pihak yang berjanji (pembuat janji/debitur) instrumen kreditnya dinamakan wesel bayar yang akan dicatat sebagai utang wesel, sedangkan pihak yang mendapatkan janji (penerima janji/kreditur) instrumen kreditnya dinamakan wesel tagih yang akan dicatat sebagai piutang wesel.

Umumnya jangka wesel berjangka tersebut  lebih dari 60 hari, apabila piutang wesel berjangka waktu kurang dari satu tahun dilaporkan dalam neraca sebagai aset lancar, sedangkan untuk piutang wesel waktu lebih dari satu tahun diperlukan sebagai piutang jangka panjang.


Piutang Lain-lain


Terdiri atas macam-macam tagihan yang tidak termasuk dalam piutang dagang maupun piutang wesel. Contoh piutang yang termasuk dalam piutang lain, diantaranya:


  1. Uang muka pembelian (deposite paid)
  2. Piutang deviden (devident receivable)
  3. Tagihan terhadap lengganan untuk pengembalian tempat barang
  4. Tuntutan kerugian kepada perusahaan asuransi (claim of loose or damage)
  5. Tuntutan atas pengurangan pajak (claims for rebate and tax refunds)



Buku jurnal yang diperlukan dalam pencatatan:


  • Jurnal penjualan digunakan untuk mencatat timbulnya piutang karena adanya penjualan jasa maupun barang secara kredit.
format jurnal penjualan
Format Jurnal Penjualan

  • Jurnal Umum digunakan untuk mencatat pengurangan piutang karena adanya retur penjualan atau penerimaan kembali barang yang sudah dijual karena tidak sesuai atau rusak. Selain karena adanya retur penjualan juga dapat karena adanya penghapusan piutang. Untuk format jurnal umum, pasti sobat sobat sudah tahu kan?

  • Jurnal penerimaan kas (Cash Receipt Journal) digunakan untuk mencatat pengurangan piutang karena adanya pelunasan piutang.

Format jurnal penerimaan kas
Format Jurnal Penerimaan Kas


Prosedur pencatatan piutang dilakukan dengan cara memposting ke dalam kartu piutang berdasarkan masing-masing jurnal, dengan ketentuan berikut:

  1. Penjualan kredit dicatat dalam jurnal penjualan atas dasar faktur penjualan disertai dengan order pengiriman barang.
  2. Retur penjualan dicatat dalam jurnal retur penjualan berdasarkan copy nota kredit atau nota debet yang diterima dari pembeli yang disertai dengan laporan penerimaan barang.
  3. Penghapusan piutang dicatat dalam jurnal umum dengan bukti memorial yang dibuat oleh bagian kredit.
  4. Penerimaan kas sebagai pelunasan piutang dicatat dalam jurnal penerimaan kas disertai dengan bukti kas masuk.

Berikut ini gambar prosedur pencatatan piutang dari dokumen transaksi sampai dengan kartu piutang,
        
prosedur pencatatan piutang dagang
Prosedur Pencatatan Piutang Dagang

Itulah sobat mengenai ulasan apa sih Pengertian Piutang, Klasifikasi sampai Prosedur Pencatatan Piutang Dagang yang telah kita bahas secara mendetail. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share ke teman yang lain.

Subscribe Our Newsletter

Previous
Next Post »
avatar
Kecanduan Berbagi Ilmu dan Wawasan

Related Posts

Buka Komentar
Tutup Komentar

0 Cuitan

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel